Cara Kerja CD-ROM
Posted on July 21st, 2007 in Hardware Komputer, 1,667 views
CD-ROM ditemukan pada tahun 1984, CD-ROM dapat menyimpan file digital audio sepanjang 74 menit dan file data komputer sebesar 650 MB atau bahkan 74 menit VHS full motion video dan audio.
Untuk transfer data CD-ROM menggunakan PIO (Programmable Input Output) dari pada DMA (Direct Memory Access) dikarenakan implementasi hardware lebih simpel dan sederhana untuk device yang memerlukan transfer-rate yang rendah, akan tetapi menggunakan PIO mode mempunyai kelemahan yaitu membebani CPU karena CPU harus menangani proses transfer data dan seringkali byte demi byte. Ketika data rate pada CD-ROM kini telah meningkat begitu juga dengan load terhadap CPU oleh PIO mode, contohnya CD-ROM 24x dan 32x dapat memenuhi sepenuhnya utilitas CPU didalam PIO mode.
Kecepatan CPU loading didalam PIO mode tergantung dari :
1. PIO mode yang digunakan.
2. CPU IDE/PCI bridge desain.
3. CD-ROM buffer size.
4. CD-ROM driver.
Transfer data CD-ROM menggunakan DMA mode lebih effisien dan resource yang dibutuhkan hanya beberapa persen dari CPU. DMA mode menggunakan hardware untuk mengontrol transfer data langsung ke sistem memory, dan hanya membutuhkan alokasi memori awal dan “handshaking” yang minimal dari CPU. Kelebihan yang lain adalah peforma DMA yang selalu konsisten.
DMA telah menjadi standar sistem yang menggunakan SCSI, akan tetapi baru akhir-akhir ini telah umum digunakan untuk IDE.
Dalam CD-ROM data disimpan dalam 2KB sektor yang memanjang dimulai dari tengah disc kemudian memutar sampai pada bagian terluar dari disc. Player membaca data pada disc dengan cara menembakkan laser infrared dengan panjang gelombang 780 nano-millimetres (mampu merusakkan mata jika laser ini mengenai mata manusia) pada sektor (terdiri dari pit dan land) yang memanjang dari tengah disc sampai bagian terluar dari disc. Ketika sinar laser mengenai bagian pit maka akan diterjemahkan sebagai bilangan biner 0 dan ketika sinar laser mengenai bagian land maka akan diterjemahkan sebagai bilangan biner 1.
Didalam CD-ROM untuk error corection digunakan CIRC (Cross Interleaved Reed Solomon Code), hal ini untuk menangani error yang ditimbulkan ketika pembacaan pada disc dan yang biasanya menyebabkan error sewaktu pembacaan pada disc adalah debu dan goresan pada disc.
Related Posts :
- CD-RW
- Pemasangan 2 Keping Memory Komputer
- DVD-RAM
- DVD-ROM
- CD-R
- DVD+RW
- Penggunaan Regular Expression
- Konfigurasi Kannel (Part 3)
- XML File Format Pada OpenOffice
- Cara Kerja Blu-ray Disc




No Comments
Leave a comment